Mengembangkan Potensi Penyandang Disabilita bersama FIN888 – Disabilita Maju (DiMA) adalah sebuah organisasi bagi penyandang disabilitas yang baru berdiri pada 2013. Hal ini menjadikan DiMA sebuah wadah in teraksi sosial 6P yaitu Pengelola, Penyandang Disa bilita, Pemerhati, Pengajar, Pendana serta Publik. Meski umur organisasi ini tergolong muda, keuletan dan juga pengalaman para anggotanya tidak bisa diremehkan. Banyak anggota DiMA yang merupakan ahli di bidangnya, seperti: image editing & pembuatan video profile, computer troubleshooting, graphic design, photography, hingga pembuatan software dan aplikasi. Hampir semua bidang di Teknologi Informasi, ditekuni oleh para anggotanya.

Komunitas yang fokus pada bidang IT ini dikelola oleh Abimanyu Wachjoewidajat AACS, seorang pengamat Telematika yang berpengalaman 30 tahun di bidang komputer. Beliau mendirikan organisasi ini karena sebuah keprihatinan. Keprihatinan tersebut didasarkan pada sulitnya penyandang disabilitas memperoleh pekerjaan. Dengan didirikannya DiMA, para anggotanya bisa bekerja dari rumah dan menghindari kesulitan akibat kemacetan jalan. Pria yang akrab dengan panggilan “Abah” ini melihat begitu banyak peluang bagi Disabilita untuk berkarya dalam bidang telematika. Abah berkeyakinan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berkarya dengan baik, jika dibekali ilmu yang cukup. Kesempatan mereka sama dengan orang normal.

Selain oleh Abimanyu, DiMA juga mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh, seperti Gia Bramatyo, Boy Suryono, Dedy Anung, Dewi Riza, Darmadi Oecoey, Vero Colondam (YCAB), Firza Imam Putra (YCAB) serta donatur-donatur lain yang tidak ingin disebutkan namanya. Christianto K. Chandra, seorang Leader dari DiMA yang menjadi narasumber ini, mengatakan bahwa sejauh masih ada mata yang dapat melihat cukup sekitar 30 cm saja, otak yang mampu berfikir normal dan jemari yang masih bisa digerakkan untuk mengetik maka sebenarnya terbuka luas kesempatan para disabilita untuk tetap berkarya.

Christianto juga mengutip ucapan Bapak Abimanyu yang melihat kelebihan para disabilitas. “Suatu kekurangan dalam fisik pasti ada kelebihan disisi lain, seperti cara berpikir, kemampuan analisa, suara indah, dan hal lainnya. Tinggal bagaimana disabilita tersebut menemukan potensinya,” kata Christianto menyampaikan pemikiran Abimanyu mengenai disabilita. Meski memiliki tujuan yang baik dan mulia, bukan berarti, perjalanan DiMA tidak memiliki tantangan. Anggota DiMA yang awalnya berjumlah 12 orang pada Desember 2013, turun karena alasannya masing-masing, mulai dari tidak berminat lagi, sulit datang ke kelas karena tidak ada yang mengantar, hingga menyerah karena materi yang terlalu padat. Meski begitu, DiMA memiliki anggota yang aktif berkarya dan setia menekuni bidangnya saat ini.

Sumber : https://net89.net/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *