Namanya mungkin memang terdengar asing di telinga. Namun, ternyata cukup banyak orang yang menderita sindrom fibromyalgia. Gejala utama fibromyalgia adalah rasa nyeri pada otot dan sendi dalam waktu lama. Rasa nyeri ini menetap terus-menerus dan menyebar di sejumlah bagian tubuh, semisal di belakang kepala, bahu, punggung, lutut, pinggul, dan daerah siku tangan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Nyeri ini bisa dirasakan seperti sensasi terbakar atau ditusuktusuk. Menurut US National Fibromyalgia & Chronic Pain Association, diperkirakan 3s penduduk dunia mengalami fibromyalgia. Sindrom ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anakanak. Akan tetapi, kebanyakan penderita fibromyalgia berusia sekitar 30s0 tahun dan 0s 90-nya adalah perempuan. Studi terhadap 0 penderita fibromyalgia di lima negara Asia Tenggara menunjukkan, sindrom ini sebagian besar dialami perempuan dengan perbandingan sembilan perempuan berbanding satu lakilaki.

Nah, karena sindrom ini lebih kerap diderita oleh perempuan, maka selama periode kehamilannya, calon mama perlu lebih berhati-hati. Pasalnya, gejala sindrom ini mirip dengan keluhan hamil biasa, khususnya di trimester pertama. Itulah mengapa, fibromyalgia kerap tidak terdeteksi pada kehamilan. Mamil dengan O bromyalgia mengalami tingkat rasa nyeri, kelelahan, dan stres lebih tinggi dibandingkan mamil yang sehat

Gejala Penyerta

Orang yang menderita fibromyalgia memiliki ambang rasa nyeri yang jauh lebih rendah dibandingkan orang normal. Selain nyeri di sekujur tubuh, fibromyalgia juga kerap disertai dengan gejala-gejala berikut ini: n Rasa lelah berkepanjangan. n Gangguan tidur atau tetap merasa lelah setelah bangun tidur.

Gangguan pada perut/ pencernaan, seperti susah BAB, kembung, dan sebaliknya diare. n Sakit kepala atau migren. n Gangguan keseimbangan. n Gangguan konsentrasi, sulit menemukan kata-kata saat hendak berbicara. n Kesemutan atau kebas di beberapa bagian tubuh. n Badan terasa kaku saat bangun di pagi hari. n Sensitif berlebihan pada cahaya, suara keras, dan baubauan.

Sulit Didiagnosis

Fibromyalgia masih tergolong “misteri” di dunia medis. Pasalnya, penyakit ini kerap tidak dapat terdiagnosis de ngan baik. Seorang pasien yang mengeluh nyeri berkepanjangan, umumnya akan menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium rutin, seperti tes darah, urine, rontgen, hingga MRI. Bila tak ditemukan penyakit lain, hasil tes akan menunjukkan semuanya normal.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *