• Hindari menggunakan jenis sepeda gunung. Sepeda ini sangat tidak disarankan digunakan oleh mamil, karena bentuknya yang cenderung mengharuskan pengendara membungkuk, tidak sesuai untuk bentuk badan mamil, dan risiko jatuh yang sangat tinggi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

• Jenis sepeda yang paling direkomendasikan untuk mamil adalah sepeda statis karena lebih aman. Selain risiko jatuh lebih kecil, juga dapat dilakukan di dalam ruangan sehingga mamil terhindar dari risiko heat stroke atau dehidrasi akibat cuaca yang terlalu panas.

• Gunakan jok sepeda yang lebar (seperti di gambar) dan empuk untuk menopang tulang panggul yang di masa kehamilan menjadi lebih longgar dan sensitif (karena akan menjadi jalan keluar bayi). Akan lebih baik lagi bila sepeda Mama memiliki jok yang menggunakan sandaran (se perti di gambar) untuk menghindari rasa nyeri dan mengganggu kenyamanan mamil saat bersepeda.

Kenali Batasannya

z Mamil harus menghentikan kegiatannya bersepeda bila merasa lelah, lemas, atau pusing saat bersepeda. Segera beristirahat dan jangan memaksakan diri untuk terus melanjutkan olahraga.

z Setiap orang memiliki batasannya masing-masing dan yang terpenting adalah mengenali batasan Mama sendiri, misalnya dengan tidak bersepeda terlalu jauh dan lama, atau dengan menghindari medan yang menanjak dan berbatu. z Bila mamil ingin bersepeda di luar ruangan lebih baik dilakukan bersama-sama dengan keluarga atau teman dan selalu membawa ponsel untuk berjaga-jaga.

z Di akhir trimester 3, jika Mama sudah merasakan kontraksi sekecil apa pun, hentikan kegiatan bersepeda ya, Ma.

Siap-Siap Belanja Sepatu Baru!

Sudah mulai sibuk menyongsong persalinan dan kehidupan baru bersama bayi Mama? Ada satu kabar yang mungkin bisa membuat Mama sedikit tersenyum gembira. Bersiaplah meluangkan waktu untuk berbelanja sepatu dan sandal baru! Sebab, menurut studi yang dimuat di American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation sekitar 60-70% mama akan mengalami pertambahan ukuran kaki setelah melahirkan. “Selama ini banyak studi memaparkan a danya perubahan ukuran kaki selama kehamilan, namun tidak ada yang meneliti apakah perubahan ini akan menetap setelah persalinan,” kata Neil Segal, Asisten Profesor di bidang Ortopedi dan Rehabilitasi dari University of Iowa.

Ternyata, lanjutnya, kehamilan pertama akan mengubah ukuran kaki mama, namun hal ini tak terjadi lagi pada kehamilan berikutnya . Perubahan ukuran ini dapat disebabkan beban ekstra yang ditanggung oleh mama selama hamil, sehingga memberi tekanan yang besar dan membuat telapak kaki cenderung menjadi lebih datar. Selain itu, hormon yang diproduksi selama hamil dapat berpengaruh terhadap persendian dan ligamen, sehingga dapat mengubah struktur kaki.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *