Razia Yang Menyeret Ranu Bagian 2

”Suami saya ingin ganti baju dan ke toilet, tapi tidak boleh,” katanya. Kakak kandung Ranu, Budi Satri, membenarkan bahwa penulis testimoni itu memang Nuraini. Benarkah Ranu ikut melakukan razia? Pengacara Ranu, Anies Prijo Anshorie, punya versi berbeda. Menurut dia, Ranu mendapat undangan meliput razia Social Kitchen pada Sabtu malam tiga pekan lalu dari juru bicara Laskar Umat Islam Surakarta, Endro Sudarsono.

Beberapa jam sebelum jadwal razia, sekitar pukul 20.00, Ranu menemui Endro di Masjid Muttaqin, Grogol, Sukoharjo, untuk menanyakan detail aksi itu. Pulang sebentar untuk mengambil perlengkapan liputan, Ranu datang lagi ke masjid itu sekitar pukul 01.00. Ketika menuju kafe pun, dia semobil dengan para anggota Laskar. Meski begitu, Anies membantah kabar bahwa kliennya ikut melakukan razia.

Dia juga memastikan Ranu bukan anggota Laskar. ”Hubungan dia dengan Laskar seperti narasumber dengan wartawan,” ujarnya. Petunjuk berbeda muncul ketika tulisan-tulisan Ranu di situs Panjimas.com ditelisik. Sejak pertengahan 2015, Ranu rajin menulis laporan tentang berbagai tuntutan Laskar kepada restoran Social Kitchen.

Pada Oktober 2015, misalnya, dia menulis desakan Laskar kepada polisi agar papan iklan bir milik Social Kitchen di salah satu persimpangan jalan di Solo dicopot. Pada medio Juli lalu, Ranu juga menulis laporan tentang kedatangan Laskar Umat Islam Surakarta menggeruduk Social Kitchen. Ketika itu, Laskar mempersoalkan penjualan minuman keras, izin tempat hiburan, jam buka yang tidak tertib, sampai pementasan hiburan yang dinilai tak senonoh di kafe tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *